Mengundang Keberuntungan

15 11 2007

Dua orang yang sudah putus harapan Si A dan Si B, merasa bosan dan jenuh dengan kehidupan masing-2 saling bertemu dan terlibat percakapan singkat, intinya mereka sudah jenuh hidup di dunia ini dan untuk selanjutnya memutuskan untuk berpisah dengan dunia ini.. Mereka memilih untuk menyerah dan bunuh diri, kalau kata orang bule sih suicide.

Karena selama masa hidupnya mereka bercita-cita untuk menjadi orang terkenal (dan tidak kesampaian) maka mereka memutuskan untuk bunuh diri dengan cara yang berbeda, dengan harapan bahwa nama mereka akan dimuat di koran sehingga mereka akan terkenal (walaupun sudah almarhum).Singkat cerita, mereka memutuskan untuk bunuh diri dengan cara “tersambar petir” cukup aneh bukan ? dan pastinya akan bagus untuk diliput oleh media massa..

“Ok, nanti kalau hujan turun, kita akan segera lari keluar supaya kita bisa terkenal (tersambar petir maksudnya)” kata Si A, dan Si B pun setuju akan ide itu.Keesokan harinya hujan pun turun dengan deras, suara petir sambar-menyambar di langit, pohon-pohon pun roboh (persis seperti yang kita alami belakangan ini), maka mereka berdua bergegas keluar dari rumah masing-masing dan berdiri di tengah hujan yang lebat sambil berharap agar tersambar petir. Alhasil mereka berdua gagal pada hari itu dan pulang ke rumah masing-2 dengan selamat..

Hari berikutnya ternyata hujan datang lagi, kali ini si B keluar dari rumahnya dan kembali ke tempat yang sama seperti kemarin dia berada, sedangkan si A juga keluar dari rumahnya dan berlari menuju ke lapangan sepak bola dan berdiri di tengah-tengah lapangan tersebut. Hari ini pun mereka tetap luput dari maut..

Hari ketiga hujan turun lagi dan hal yang sama dilakukan oleh Si B, namun berbeda dengan yang dilakukan oleh Si A, dia naik ke atap gedung bertingkat sambil membawa batang besi panjang dan menjulurkannya ke atas. Nampaknya hari itu adalah hari keberuntungan Si A, karena Sang Petir berbaik hati untuk membuatnya menjadi terkenal (dan semoga besok namanya keluar di koran atau siaran berita TV).

Bukan cara kreatif mereka mengakhiri hidupnya yang ingin saya bagikan, namun makna yang terkandung dibalik kisah tersebut. Kadang kita berpikir keberhasilan seseorang itu bergantung pada keberuntungan, kemujuran, hoki, atau apapun yang memberi mereka jalan pada keberhasilan tersebut. Namun kadang keberuntungan itu sendiri sebenarnya memilih kepada siapa mereka akan datang.

Percaya atau tidak, sebenarnya kita bisa mengundang agar keberuntungan itu datang pada kita, yaitu dengan usaha dan persiapan yang kita lakukan, hingga pada suatu saat kesempatan datang dan kita mengambilnya, maka itulah keberuntungan bagi kita.

Rumus akan keberuntungan adalah sebagai berikut: L = P + O

L = Luck

P = Preparation

O = Opportunity

“ Sembilan puluh sembilan persen kegagalan berasal dari orang yang memiliki kebiasaan untuk membuat alasan-alasan”





Entrepreneur-nary: what is it ?

15 11 2007

En-tre-pre-neur, banyak yang sudah paham betul dan melakoni status tersebut, namun mungkin juga beberapa dari kita masih awam atau bahkan baru pertama kali mendengar istilah asing ini mungkin juga susah untuk melafalkannya dengan betul.

 Entrepreneur menurut kang wiktionary:

  1. A person who takes the risk of turning an opportunity into profit.
  2. A person who takes the risk of managing and operating a business or businesses; term often used: a. for one who does this for one or more businesses that he or she entirely or largely helps to create; b. for one who takes on ownership, or significant ownership, of one or more business franchises.
  3. A person who creates one or more new nonprofit organizations, or one or more units of such organizations, and often has a key part in managing and operating the new entity or entities. Such a person is sometimes referred to as a nonprofit entrepreneur or not-for-profit entrepreneur, and occasionally as a public entrepreneur.
  4. A person who is talented or prolific at developing new programs inside existing organizations

So, secara ringkas entrepreneur adalah mereka yang memiliki inisiatif untuk berusaha atau menciptakan lapangan usaha sendiri. menurut saya pribadi entrepreneur bukanlah hanya status, namun lebih kepada “soul (jiwa) yang mendasari seseorang untuk berusaha menciptakan peluang dan berkembang ke perubahan yang lebih baik bagi dirinya sendiri dan sesamanya“.





Yakin anda seorang Entrepreneur?

14 11 2007

Ask yourself this question, “Do I have what it takes to be a home entrepreneur?” Like any business venture, a home-based business requires an investment of time, energy and resources. – DaileTucker

Entrepreneur adalah seorang yang mengambil pilihan untuk menciptakan peluang bagi dirinya sendiri beserta segala resiko yang harus dihadapi dalam menjalani hal tersebut. Tidak semua orang “berbakat” untuk menjadi seorang entrepreneur, ada sebagian orang yang memang lebih cocok dan menikmati bekerja (sebagai karyawan), namun ada juga beberapa orang yang memutuskan (dan menikmati) peran sebagai seorang entrepreneur.

Hal-hal apa saja yang biasanya menjadi syarat atau ciri-2 seorang entrepreneur ? coba kita simak beberapa poin yang disebutkan oleh Daile Tucker berikut ini:

Entrepreneurs are careful about money. They always know how much money they have. They know the value and cost of things so they can recognize a real bargain.

Most entrepreneurs earned money when they were teenagers-babysitting, mowing lawns, delivering newspapers, sacking groceries, etc.

Entrepreneurs are competitive by nature. Many were active in sports and other competitions in high school and college. Others were competitive in wanting to make good grades, earn the respect of their parents and teachers and achieve their goals.

Entrepreneurs believe in the old adage, “the early bird gets the worm.” They sleep and eat enough to maintain their energy levels but they don’t usually linger over nonproductive tasks.

Entrepreneurs are risk-takers who trust their hunches and act on them. Taking risks can be small first steps, like placing your first ad in a mailorder publication.

Entrepreneurs have a “head for business.” They are always thinking of new ideas and new ways to make money or increase their business. They are not afraid to put these ideas to use.

Entrepreneurs are usually loners rather than joiners. That’s one reason why the home-based, mailorder business is so appealing to many entrepreneurs. They prefer a solitary work environment

Entrepreneurs are usually honorable people who do business based on a handshake or a promise. They tend to form strong associations with others who share this work ethic.

Entrepreneurs do set aside time for leisure activities and family. Their principal form of relaxation is their work, but they do realize the importance of downtime and spend time with their family.

Entrepreneurs don’t retire. They may sell or change their business, thinking they will retire, but they just can’t ignore.

Entrepreneurs are professionals. Whether working from their bedroom, the kitchen table or a modern, well-appointed home office, they operate just as they would if they were in an expensive office building in a major city. When they are working, they don’t let outside influences distract them.In general, entrepreneurs are people who have high energy, feel self-confident, set long-term goals, and view money and financial security as a measure of accomplishment and piece of mind. They persist in problem solving, take risks, learn from failures(their own and from others), take the initiative, accept personal responsibility and use all available resources to achieve their success.

Entrepreneurs compete with themselves and believe that success or failure lies within their personal control or influence. They do not see non-successes as failures but as learning experiences. Most of all, they never give up and never quit striving for success.

Apakah anda memiliki beberapa poin di atas? Apakah anda layak untuk menjadi seorang entrepreneur? Hidup adalah pilihan, sama seperti anda memilih untuk membaca blog ini dan mengambil manfaat dari yang sudah anda baca.

“Tidak akan pernah cukup waktu untuk mengalami semua hal di dunia ini, namun kita bisa belajar dari pengalaman orang lain”