Dua orang yang sudah putus harapan Si A dan Si B, merasa bosan dan jenuh dengan kehidupan masing-2 saling bertemu dan terlibat percakapan singkat, intinya mereka sudah jenuh hidup di dunia ini dan untuk selanjutnya memutuskan untuk berpisah dengan dunia ini.. Mereka memilih untuk menyerah dan bunuh diri, kalau kata orang bule sih suicide.
Karena selama masa hidupnya mereka bercita-cita untuk menjadi orang terkenal (dan tidak kesampaian) maka mereka memutuskan untuk bunuh diri dengan cara yang berbeda, dengan harapan bahwa nama mereka akan dimuat di koran sehingga mereka akan terkenal (walaupun sudah almarhum).Singkat cerita, mereka memutuskan untuk bunuh diri dengan cara “tersambar petir” cukup aneh bukan ? dan pastinya akan bagus untuk diliput oleh media massa..
“Ok, nanti kalau hujan turun, kita akan segera lari keluar supaya kita bisa terkenal (tersambar petir maksudnya)” kata Si A, dan Si B pun setuju akan ide itu.Keesokan harinya hujan pun turun dengan deras, suara petir sambar-menyambar di langit, pohon-pohon pun roboh (persis seperti yang kita alami belakangan ini), maka mereka berdua bergegas keluar dari rumah masing-masing dan berdiri di tengah hujan yang lebat sambil berharap agar tersambar petir. Alhasil mereka berdua gagal pada hari itu dan pulang ke rumah masing-2 dengan selamat..
Hari berikutnya ternyata hujan datang lagi, kali ini si B keluar dari rumahnya dan kembali ke tempat yang sama seperti kemarin dia berada, sedangkan si A juga keluar dari rumahnya dan berlari menuju ke lapangan sepak bola dan berdiri di tengah-tengah lapangan tersebut. Hari ini pun mereka tetap luput dari maut..
Hari ketiga hujan turun lagi dan hal yang sama dilakukan oleh Si B, namun berbeda dengan yang dilakukan oleh Si A, dia naik ke atap gedung bertingkat sambil membawa batang besi panjang dan menjulurkannya ke atas. Nampaknya hari itu adalah hari keberuntungan Si A, karena Sang Petir berbaik hati untuk membuatnya menjadi terkenal (dan semoga besok namanya keluar di koran atau siaran berita TV).
Bukan cara kreatif mereka mengakhiri hidupnya yang ingin saya bagikan, namun makna yang terkandung dibalik kisah tersebut. Kadang kita berpikir keberhasilan seseorang itu bergantung pada keberuntungan, kemujuran, hoki, atau apapun yang memberi mereka jalan pada keberhasilan tersebut. Namun kadang keberuntungan itu sendiri sebenarnya memilih kepada siapa mereka akan datang.
Percaya atau tidak, sebenarnya kita bisa mengundang agar keberuntungan itu datang pada kita, yaitu dengan usaha dan persiapan yang kita lakukan, hingga pada suatu saat kesempatan datang dan kita mengambilnya, maka itulah keberuntungan bagi kita.
Rumus akan keberuntungan adalah sebagai berikut: L = P + O
L = Luck
P = Preparation
O = Opportunity
“ Sembilan puluh sembilan persen kegagalan berasal dari orang yang memiliki kebiasaan untuk membuat alasan-alasan”







Recent Comments